
Masukkan Code ini K1-51C49D-2
untuk berbelanja di KutuKutuBuku.com
kutukutubuku
Posted in Uncategorized
KOMUNITAS RAMES

KOMUNITAS RAMES adalah kelompok kerja yang bergerak dalam bidang pengembangan agribisnis, ekonomi kerakyatan, serta aktif dalam kegiatan sosialisasi dan pengembangan pertanian organik dan berdiri di Yogyakarta sejak tahun 1997.
Posted in Uncategorized | Tags: agribisnis, komunitas, petani, rakyat, rames, sosialisasi
Hasil Pertanian Bioreen
Banyumas Siapkan Lima Unit Pengolahan Pupuk Organik
BANYUMAS, KOMPAS.com- Pemerintah Kabupaten Banyumas saat ini sedang menyiapkan lima unit pengolahan pupuk organik di lima kecamatan, yaitu Kecamatan Kebasen, Jatilawang, Ajibarang, Kemranjen, dan Sumpiuh. Salah satunya sudah mulai dioperasikan, yaitu di Desa Adisana, Kecamatan Kebasen.
Posted in Berita Organik | Tags: organik, pupuk
Petani Jatim Mesti Gunakan Pupuk Organik
Kamis, 19 Maret 2009 | 21:34 WIB
Laporan wartawan KOMPAS Ingki Rinaldi MOJOKERTO, KOMPAS.com -
Para petani di Jatim ditargetkan untuk segera menggunakan pupuk organik. Gubernur Jatim Soekarwo, Kamis (19/3) menyebutkan pupuk organik harus menjadi bagian terbesar yang dipergunakan petani. Read More…
Posted in Berita Organik | Tags: organik, pupuk
Hai Para Petani, Hati-Hati………
Petani di klaim berbagai partai politik, mulai dari keberhasilan manajeman pertanian hingga janji mensejahterakan nasib petani. Paling tidak itulah yang diungkapkan pengamat politik Universitas Gadjah Mada (UGM) Abdul Gaffar Karim dalam acara diskusi di kampus UGM di Bulaksumur Yogyakarta ( sumber: detiknews.com/Jumat, 06/03/2009 15:14 WIB ).
Penyesatan informasi kepada publik tampaknya selalu dilakukan oleh pihak-pihak yang berkuasa atau mengincar kekuasaan. Masyarakat petani tampaknya tidak habis-habisnya menjadi bahan eksploitasi kekuasaan. Bayangkan saja, partai-partai politik besar bahkan mempropagandakan keberhasilan-keberhasilan semu melalui wajah petani.
Betapa tidak ! Cobalah tengok realitas di tingkat basis. Tengoklah tingkat kesejahteraan petani. Tanyakan secara nyata kesulitan-kesulitan yang mereka hadapi. Mulai dari persoalan ketersediaan bibit hingga pasca tanam. Betapa rentenir masih merajalela, harga gabah dipermainkan seenaknya. Kapan petani Indonesia bisa menentukan sendiri harga penjualannya ?
Pemakaian pupuk dan pestisida yang sudah membudaya menjadikan petani makin susah. Ketergantungan petani kian tinggi terhadap pihak-pihak yang berkuasa. Petani dibuat mandul, tidak mandiri. Inikah yang disebut-sebut sebagai keberhasilan pertanian Indonesia ?
Kini, giliran muncul gerakan pertanian rakyat maupun pertanian organik, lagi-lagi petani dipersulit. Pemberdayaan pertanian organik rata-rata muncul dari tingkat basis petani bukan karena kerja penyuluh pertanian. Bukannya mendorong meningkatkan penyuluhan dan pembinaan di tingkat basis, pemerintah malah mengadakan sistem sertifikasi pertanian organik yang berbelit-belit.
Jadi, keberhasilan pertanian apa yang sedang didengung-dengungkan oleh partai-partai politik hari ini ? Kebohongan publik apalagi yang hendak dijejalkan ke dalam pemikiran masyarakat sehingga rakyat Indonesia menjadi kerbau dicucuk hidung ?
Cita-cita melahirkan pemimpin yang dapat mengeluarkan negara ini dari keterpurukan tampaknya masih jadi sekedar mimpi……..
Posted in Uncategorized | Tags: organik, petani










Komentar Untuk Rames